WhatsApp secara resmi memperkenalkan fitur komunitas pada layanan perpesanan yang sebelumnya diluncurkan pada awal tahun ini.

Fitur baru WhatsApp ini memungkinkan pengguna untuk dengan mudah mengelola semua grup terkait dan membuat subgrup untuk berbagai topik.

Komunitas seperti tetangga dan rekan kantor kini dapat mengelola obrolan grup di WhatsApp dengan menautkan beberapa grup di bawah satu payung.

Saat masuk ke komunitas, pengguna dapat dengan mudah beralih antar grup untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan, saat mereka membutuhkannya.

Admin grup juga dapat mengirimkan informasi terbaru atau pembaruan penting kepada semua orang di komunitas.

Perusahaan mengonfirmasi bahwa obrolan dari komunitas WhatsApp masih memiliki fitur enkripsi ujung ke ujung yang sudah ada di aplikasi milik meta.

Esther Samboh, Director of Public Policy di WhatsApp Indonesia, mengatakan dalam keterangannya, “Dalam beberapa bulan terakhir, Indonesia memiliki 12 komunitas yang berkesempatan menjajal fitur komunitas.

Beberapa komunitas tersebut antara lain Direct Enak, komunitas yang populer bagi para pecinta kuliner, dan Play: On Indonesia Community, sebuah komunitas bagi para penggemar Mini 4WD.

Esther mengatakan, “Kami berharap fitur komunitas WhatsApp akan memungkinkan lebih banyak grup di Indonesia untuk mengelola anggotanya di WhatsApp dengan lebih baik.

Selain meluncurkan komunitas, WhatsApp telah memperkenalkan sejumlah fitur baru yang diklaim dapat meningkatkan komunikasi pengguna sehari-hari.

Dalam pembaruan WhatsApp ini, perusahaan memperkenalkan kemampuan bagi pengguna untuk membuat suara dalam obrolan dan panggilan video dengan grup hingga 32 pengguna dan hingga 1024 pengguna.

Seperti reaksi emoji, berbagi file besar, dan menghapus pesan admin, fitur ini tersedia untuk semua grup, tetapi akan sangat berguna bagi komunitas.

Infonya, fitur baru ini masih belum digulirkan secara merata ke semua pengguna WhatsApp di Android dan iOS. Direncanakan, pembaruan WhatsApp ini akan mulai digulirkan secara bertahap ke semua pengguna.

Pengguna dapat membuat 10 subgrup, dan setiap subgrup dapat berisi hingga 512 anggota.

Saat Anda membuat komunitas WhatsApp, grup secara otomatis dibuat di bawah komunitas itu. Misalnya, pengguna WhatsApp dapat membuat komunitas sekolah dengan subkelompok untuk setiap kelas atau kegiatan ekstrakurikuler.

Sebagai admin atau admin, Anda dapat mengirim iklan ke seluruh grup untuk menjangkau pengguna atau grup tertentu saja.

Anggota komunitas juga dapat bergabung dengan subkelompok berdasarkan minat mereka. Anda juga dapat meninggalkan subgrup kapan pun Anda mau tanpa meninggalkan komunitas itu sendiri.

Dilansir dari bkpsdmd-meranginkab.id Komunitas WhatsApp juga memungkinkan pengguna untuk memblokir orang tertentu, melaporkan penyalahgunaan, dan melakukan fungsi lainnya.

Komunitas juga dapat berfungsi sebagai obrolan biasa, dan obrolan disediakan dengan enkripsi ujung ke ujung.

Sebelumnya, WhatsApp mengungkapkan telah merilis beberapa fitur untuk memudahkan pengguna berkomunikasi. Berikut adalah beberapa fitur WhatsApp yang telah dirilis.

1. Reaksi

Reaksi Emoji didukung oleh WhatsApp, memungkinkan pengguna untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka dengan cepat tanpa membanjiri obrolan dengan pesan baru.

2. Hapus pesan admin

Admin grup dapat menghapus pesan yang tidak pantas atau bermasalah yang dikirim oleh anggota grup.

3. Berbagi File

Whatsapp meningkatkan kemampuan untuk berbagi file hingga ukuran 2GB. Dengan cara ini, pengguna dapat dengan mudah berkolaborasi pada fungsi yang berbeda.

4. Panggilan suara dengan lebih banyak peserta

WhatsApp juga menawarkan fitur panggilan suara yang memungkinkan hingga 32 orang untuk bergabung dengan satu klik.

Desain baru ini nantinya akan muncul pada fitur panggilan suara, yang semakin meningkatkan pengalaman pengguna ketika panggilan pribadi lebih banyak pilihan daripada obrolan.

Karena komunitasnya bersifat pribadi, WhatsApp mengklaim untuk terus melindungi pesan Anda dengan enkripsi ujung ke ujung.

WhatsApp mengatakan “Teknologi keamanan ini sangat penting dan diperlukan untuk melindungi privasi dan keamanan pengguna kami.”

WhatsApp memahami bahwa grup dengan anggota yang terkait erat, seperti sekolah, tetangga, atau bisnis, menginginkan dan membutuhkan percakapan yang aman dan pribadi tanpa pemantauan WhatsApp.

Ketimbang membuat chat yang bisa menampung ratusan ribu orang, WhatsApp lebih memilih fokus pada support group yang menjadi bagian dari keseharian penggunanya.

WhatsApp menganggap fitur-fitur di atas sebagai langkah awal bagi komunitas di platform.

Ke depan, WhatsApp akan melakukan yang terbaik untuk membangun fitur-fitur baru untuk mendukung komunitas.