Sekjen: Alumni PTKI Harus Mampu Berkompetisi Hadapi MEA

www.kemenag.go.id  Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) berlaku mulai tahun 2016. Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) harus mampu berinovasi untuk mencetak alumni yang siap berkompetisi baik pada level nasional bahkan internasional hingga dapat mengambil bagian dari warga dunia.

Pesan ini disampaikan Sekjen Kemenag Nur Syam saat menjadi narasumber pada seminar nasional sekaligus peresmian gedung Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Palangkaraya, Senin (11/1) pagi.

Nur Syam berharap semua PTKI dapat menggembleng mahasiswanya agar memiliki kapabilitas yang memadai, sehingga memiliki kompetensi dan siap berkompetisi di era globalisasi sekarang ini. Kini bahasa Indonesia sudah diajarkan di beberapa universitas luar negeri, seperti: Thailand, India, dan Korea Selatan. Ini berarti, negara kita dipandang memiliki pangsa pasar yang potensial di era pasar bebas ini, tandas Nur Syam.

PTKI dituntut mampu meningkatkan kualitas (mutu) pendidikan, sehingga menjadi tujuan bagi mahasiswa luar negeri untuk belajar. Kita kini jangan hanya bangga mampu mengirim mahasiswa ke luar negeri. Kita juga harus mampu menjadikan perguruan tinggi kita menjadi destinasi tempat belajar bagi mahasiswa luar negeri, katanya.

Untuk itu, PTKI harus terus berbenah, salah satunya dengan merekrut dosen-dosen non PNS untuk memenuhi kekurangan pengajar di institusinya serta menggenjot kualitas para dosen agar memiliki kualifikasi yang luar biasa. Dosen harus terus meningkatkan kompetensi dan profesionalitasnya melalui karya ilmiah baik di jurnal terakreditasi nasional maupun internasional, pesan Sekjen.

Tidak hanya itu, lanjut Sekjen, PTKI juga harus terus meningkatkan pusat-pusat kajian dan pengabdian masyarakat serta meningkatkan sarana dan prasarana sehingga output perguruan tinggi agama memiliki kompetensi dan siap berkompetisi di era pasar bebas.

Sekjen mengapresiasi pembangunan gedung Tarbiyah IAIN Palangkaraya. Menurutnya, selain modern dan simple, gedung juga dihiasi ornamen-ornamen keislaman berupa menara masjid serta menggambarkan karakter lokalitas budaya masyarakat Kalimantan Tengah.

Sebelumnya, Rektor IAIN Palangkaraya Ibnu Elmi AS Pelu melaporkan bahwa gedung yang diresmikan ini memiliki kapasitas 18 ruang perkuliahan, dibangun dengan sentuhan modern, sistem penerangan menggunakan kartu layaknya kamar hotel berbintang. Mungkin ini satu-satunya kampus di Indonesia yang menggunakan sistem itu, ucap Ibnu.

Diharapkan Ibnu, pada tahun 2016 ini, IAIN Palangkaraya juga akan merampungkan tiga gedung baru untuk Fakultas Syariah, Ushuluddin dan Dakwah, serta Ekonomi dan Bisnis Islam dengan kapasitas 18 lokal. (Arief/mkd/mkd)

Leave a Reply