Sebagian besar orang kerap menganggap bahwa gejala hidung tersumbat, atau pilek sebagai kondisi flu. Padahal, pilek juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain misalnya pilek alergi atau rhinitis alergi.

Lantas, bagaimana membedakan pilek yang disebabkan oleh flu dengan pilek alergi?

Menjawab hal tersebut, Medical Lead Bayer Consumer Health dr Riana Nirmala Wijaya memaparkan, bahwa pilek karena flu dan pilek alergi memang sama-sama menyebabkan bersin-bersin.

Selain itu, keduanya juga memiliki gejala seperti hidung meler, hidung tersumbat, hingga sulit bernapas.

“Kalau pilek karena flu biasanya karena infeksi, nah di sini penyebabnya jelas ada yang kena virus kita ketularan dan (flu terjadi) musiman,” jelas Riana dalam webinar yang digelar pada Selasa (12/7/2022).

Sebaliknya, pilek alergi dapat terjadi secara terus-menerus sepanjang tahun selama pasien terpapar oleh alergen.

“Jadi (pilek alergi) enggak musiman seperti pilek flu, karena penyebabnya bukan virus tapi penyebabnya adalah alergen atau zat pemicu alergi,” sambungnya.

Adapun alergi merupakan reaksi hipersensitivitas yang mana sistem imun lebih sensitif terhadap alergen atau pemicu alergi. Biasanya, pemicu alergi dapat berupa paparan debu, makanan, serbuk sari bunga dan sebagainya.

Selain penyebab, gejala antara pilek karena flu dan pilek alergi pun berbeda. Menurut Riana ada sejumlah gejala yang membedakan dua kondisi tersebut, yaitu pilek karena flu disertai demam, sakit kepala, badan terasa pegal atau awamnya disebut meriang.

“Itu (gejala) pilek karena flu, itu khas sekali infeksi virus. Tapi kalau pilek karena alergi cenderung lebih ke arah gatal. Misalnya hidungnya kayak gatal banget, sering kucek-kucek hidung, melernya sampai disertai rasa pengen digaruk, mata berair gatal jadi sering kucek-kucek mata juga,” tutur Riana.

Baca Juga  Sultan! Ravtar Mengisi Ulang Stumble Guys Rs 700k Per Hari

Senada dengannya, Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Zullies Ikawati, Apt, mengatakan pilek alergi atau rhinitis alergi dapat menimbulkan gejala seperti:

“Itu hampir terjadi setiap hari kalau memang tidak menggunakan obat anti alerginya, atau jika terkena paparan debu. Jadi itu akan sangat membatasi aktivitas. Kita kalau bersih-bersih rumah harus hati-hati karena mereka yang alergi debu akan terpicu alerginya,” ujarnya.

Gejala pilek yang disebabkan flu juga bisa lebih parah dibandingkan karena alergi. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan gejala yang berlangsung saat Anda mengalami hidung tersumbat.

Pengobatan pilek alergi dan pilek karena flu

Dikatakan oleh Zullies, menghindari alergen ialah cara terbaik untuk mengatasi alergi. Contohnya saja, bila Anda alergi terhadap debu maka sebisa mungkin hindari paparannya dengan memakai masker.

Guna mengatasi alergi, Anda juga bisa mengonsumsi obat yang dapat menghambat kerja histamin yakni antihistamin.

Sebagai catatan, sebelum mengonsumsi obat antihistamin apa pun, pasien perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui jenis obat yang bisa dikonsumsi sesuai kondisi kesehatan.

“Bagi yang baru pertama kali merasakan alergi penting untuk berkonsultasi dengan dokter, guna memastikan diagnosanya kemudian diresepkan obatnya,” imbuhnya.

Sementara, melansir laman Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Senin (11/12/2006), flu merupakan penyakit self-limiting di mana bila tidak terjadi komplikasi dengan penyakit lain, maka setelah 4 hingga 7 hari akan sembuh sendiri.

Oleh karena itu, tindakan yang dianjurkan untuk meredakan gejala flu tanpa pengobatan antara lain: